BAB V
MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH
Materi SD Kelas 6
Pendahuluan
Kejayaan dan kelangsungan organisasi sangat tergantung pada kemulian dan keluhuran cita-cita para pendiri dan penerusnya, kemaslahatan (idealitas) dan kemanfaatan (fugnsionalitas) maksud dan tujuan yang diperjuangkannya. Cita-cita dan tujuan organisasi itu biasanya dirumuskan dalam core belief, core values, visi, misi, dan tujuan organisasi Muhammadiyah disebut MKCH atau MKCHM.
Sejarah dan Rumusan MKCH
Pada mulanya putusan siding Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 di Ponorogo Jawa Timur dalam rangka melakasanakan amanat Muktamar Muhammadiyah yang ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta yang menghasilkan 9 ayat. Kemudian disempurnakan kemabali pada tahun 1970 dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Yogyakarta yang menghasilkan menjadi 5 ayat.
Pada tahun 1968, Muktamar Muhammadiyah yang ke-37di Yogyakarta dengan tema “Tajdid” menggagas pembaharuan dalam lima bidang, yaitu :
- Ideologi
- Khittah Perjuangan
- Gerak dan Amal Usaha
- Organisasi
- Sasaran
Beberapa tokoh dalam keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-37 di Yogyakarta yaitu :
- Buya KH. Malik AhmadBuya AR. Sutan Mansur
- Prof. Dr. H. M. Rasyidi
- KHM. Djindar Tamimy
- KH. Djarnawi Hadikusuma
- KH. AR Fachruddin
- Drs. Muhammad Djazman al-Kindi
Sistematika dan Pedoman untuk memahami Rumusan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
Sistematika
1) Rumusan matan “Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah” terdiri dari 5 angka.
2) Lima angka tersebut di bagi menjadi 3 kelompok.
(1) Kelompok kesatu : Mengandung pokok-pokok persoalan yang besifat ideologis.
(2) Kelompok kedua : Mengandung persoalan mengenai faham agama yang menurut Muhammadiyah yaitu angka 3 dan 4.
3) Kelompok ketiga : Mengandung persoalan mengenai fungsi dan misi Muhammadiyah dalam masyarakat Negara Republik Indonesia yaitu pada angka 5.
Pedoman untuk memahami
Uraian singkat mengenai Matan “Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”.
1) Pokok-pokok persoalan yang bersifat ideologis, yang terkandung dalam angka 1 dan 2 dari Matan “Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”, adalah :
(1) Aqidah
(2) Cita-cita/ Tujuan
(3) Ajaran yang digunakan untuk melaksanakan aqidah dalam mencapai cita-cita/ tujuan tersebut : “Agama Islam adalah agama Allah sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada ummat sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, duniawi, dan ukhrawi.
2) Fungsi aqidah dalam persoalan Keyakinan dan Cita-cita hidup adalah sebagai sumber yang menentukan bentuk kayakinan dan cita-cita hidup itu sendiri.
3) Fungsi cita-cita/ tujuan dalam persoalan keyakinan dan cita-cita ialah sebagai kelanjutan/ konsekwensi dari pada asas.
4) Berdasarkan keyakinan dan cita-cita hidup yang berasas Islam dan dikuatkan oleh hasil penyelidikan secara ilmiah, historis, dan sosiologi, Muhammadiyah berkeyakinan, bahwa ajaran yang dapat untuk melaksanakan hidup yang sesuai dengan “Asas” dalam mencapai “cita-cita/ tujuan” hidup dan perjuangan sebagaimana yang dimaksud, hanyalah Islam.
5) Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah yang persoalan-persoalan pokoknya telah diuraikan dengan singkat di atas, adalah dibentuk dan ditentukan oleh pengertian dan fahamnya mengenai Islam.
6) Faham agama
Dasar Agama Islam :
- Al-Quran : Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAWS
- Sunnah Rasul : Penjelasan dan pelaksanaan ajaran Al-Quran yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam (nukilan dari matan).
Muhammadiyah berpendirian bahwa ajaran Islam merupakan “kesatuan ajaran” yang tidak boleh dipisah-pisah dan meliputi :
- Aqidah : ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan
- Akhlaq : ajaran yang berhubungan dengan pembentukan mentalI
- Ibadah (mahdlah) : ajaran yang berhubungan dengan peraturan dan tata cara hubungan manusia dengan TuhanM
- Mu’amalat Duniawiya :ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Baidhawy, Zakiyuddin dkk, Kemuhammadiyaan Berwawasan HAM. Jakarta: Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP. Muhammadiyah, 2008.
Hidayah, Zulyani. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES Indonesia,1999.

0 Masukan:
Posting Komentar